Postingan

Menampilkan postingan dengan label curcol

Ujian Kenaikan Kelas Corona-sensei

*bersihbersih debu kiri kanan Udah tiga tahun lamanya nggak ninggalin jejak di rumah ini. Sebelum-sebelumnya alasannya sih karena sibuk, nggak niat nulis or whatever ... (Well, gue ada tulisan untuk blog ini sih tapi belum gue post. Tapi biarlah gue post nanti saja. Tahun depan mungkin? Ketika keadaan dunia sudah lebih baik dari hari ini). Nah, tapi hari ini gue sempatkan nulis di sini. Hmm tapi sempatkan itu bukan kata yang tepat juga. Tapi SANGAT SEMPAT. Kenapa? Karena gue sudah pindah dunia. . . . . *krikkrik Eh salah? Karena nggak ada portal? Baiklah. Kalau gitu ini era post-apokalips. . . . . *krikkrikkrik Nggak salah pakai banget kan.  Flash back sedikit.  Pandemi corona yang diawali dari akhir Desember 2019 adalah kado tahun baru terbangke untuk manusia. Plot twist bagi semua kisah dan rencana, yang membuat elo merasakan sendiri rasanya gimana berada di posisi original character elo yang elo buli selama ini! (Lha kenapa gue j...

My Story: Walking Dead Real Life

Kalo elu pernah nonton sinetron Walking Dead, elu pasti tahu sinetronnya dimulai dengan adegan bapak polisi yang bangun di rumah sakit dan menemukan dunianya sudah kiamat. Yang mau dicurhatin  diomongin di sini adalah bahwa setiap dari kita pernah mengalami efek intro  Walking Dead.  Momen masing-masing orang berbeda, tapi ya gue mengalami hal begini beberapa bulan lalu dan momen gue adalah sehabis gue dapat "cap di buntut". Dalam sekejap mata, gue merasa dunia di sekeliling gue telah berubah. Bukan kiamat sih, tapi mendadak gue merasa asing seperti ada di negeri orang. Jika dulu gue merasa hidup gue cukup maksimal 4 tahun aja, sekarang nambah jadi seumur hidup. Teman-teman hang out bareng mendadak  berkurang, keluarga gue mendadak jadi orang asing, ortu gue mendadak  jadi tua dan sakit, gue jadi ga terlalu suka membaca novel dan menulis. Simpangan jalan depan gue mendadak jadi gede-gede dan satu arah semua. Kalau sampe salah ambil jalan, muternya nun ...

BERUSAHA INSOMNIA: Efek Kupu-Kupu Tahun Terbaik

Pernahkah kamu memikirkan bagaimana caranya kamu bisa tiba di tempat yang saat ini sedang kamu tempati?  Misalkan kamu ke Bandung dan caranya kamu ke sana dengan naik mobil. Mobil berbahan bakar bensin. Bensin berasal dari pom bensin. Pom bensin dikelola oleh para petugas pom bensin. Bensin juga diolah dari minyak bumi. Dikirim oleh truk tangki minyak yang besar dan memakan tempat itu ke pompa bensin tempat kamu isi bensin. Truk dikemudikan oleh seorang supir, yang punya anak istri, rumah... NAH! Pernah nggak, berpikir bagaimana bila istri supir truk tangki minyak itu lagi PMS terus memicu pertengkaran rumah tangga dengan suaminya. Suaminya berangkat kerja dengan uring-uringan pula, kemudian nggak konsen mengendarai truknya, sehingga truknya kecelakaan, sehingga (lagi) bensin tidak dapat diantar ke pompa bensin dan akhirnya kamu tidak dapat bensin sehingga (lagi-lagi) tidak bisa pergi ke Bandung. Kesimpulannya, karena istri supir truk bensin PMS, kamu tidak b...

Memilih Insomnia: SEBUAH KEMENANGAN KECIL

Iya, saya kembali curcol setelah lebih dari dua minggu curcol terakhir terposting. Maksudnya "memilih insomnia", karena besok saya mulai libur panjang sampai minggu depan karena hari raya. Jadilah saya mengerjakan tugas yang saya deadline sendiri harus selesai di akhir minggu depan. Yah, kalau tidak begitu, mendingan saya balik mati suri saja. Tulisan ini adalah "intermezo". Tapi saya tidak menyanggah bila anda mengatakan ini "procastinating". Suit yourself~ Dua minggu bangkit kembali dari kuburan, saya menyadari ada yang berubah dari dalam diri saya. Misalnya, entah mengapa kawah candradimuka yang dulu kelihatan mengerikan, tidak begitu mempengaruhi saya seperti sebelumnya. Lalu, iblis-iblis yang dahulu menakutkan, bahkan tidak lagi dapat membuat saya gemetar.  Namun demikian, ketika saya sedang sendirian di bilik nyaman, terkadang roh-roh yang dulu pernah menguasai saya, seolah mencoba kembali merasuki diri saya lagi. Dari situlah, saya men...

Buah Insomnia: PILIHAN

Mungkin ini sekedar sharing, mungkin juga sebuah pengakuan besar-besaran, mungkin juga sebuah perenungan. Bisa jadi, di akhir tulisan ini anda baru dapat memutuskan yang mana. Tidak pernah ada manusia yang memilih untuk dilahirkan. Kendati demikian, anda sekalian tentunya ada karena pilihan. Sederhananya, bayangkan bila kedua orangtua anda memutuskan tidak jadi menikah. Namun demikian, sepanjang hidupnya, manusia selalu diperhadapkan dengan pilihan-pilihan. Baik kecil/sepele maupun besar. Mau makan apa?  Mau pergi kemana?  Mau sekolah di mana?  Mau kerja apa?  Mau menikah dengan siapa?  Mau anak berapa? Mau berteman dengan siapa? Mau memaafkan kesalahannya atau tidak? Mau berbuat baik atau tidak? Mau cuekin atau tidak? Mau diam atau bicara? Berawal dari dua setengah tahun sebelumnya, saya memiliki pengharapan yang cukup tinggi pada sebuah institusi, saya memilih sebuah jalan yang dirasa aman untuk masa depan. Namun ternyata sal...

My Upcoming Second Child in An Unfortunate Number

Gambar
Kata orang, angkat empat itu angka si y al. Makanya jarang lihat kan ada lantai empat di satu gedung. Atau rumah nomor empat juga. Tapi buat saia, angka empat justru keberuntungan. Sebab ada empat hal menyenangkan yang saia dapatkan dalam bulan Desember ini. Diawali dengan diterimanya saia di sekolah spesialis. IYA! Saia bakal jadi TABIB   beneran! Saia berniat memperdalam ilmu sen no cactuar. ^o^v (apa seh?) Kedua, tentu saja Festival Pembaca Indonesia tanggal 9 Desember kemarin. Rasanya selalu menyenangkan bertemu dengan kawan-kawan yang memiliki kegilaan yang sama dalam Buku, Menulis, Fantasi. #Eaahh Dokumentasinya bisa dilihat di  sini. Ketiga, saia dapat kesempatan nonton EMPAT  tontonan bagus (tuh kan empat lagi :P ). Puella Magi Madoka Magica --> Beware of your JAW! Watch this with your own risk! Rise of The Guardian --> Jack Frosty~ Gyaaa~~ <3 <3 <3 The Hobbit: An Unexpected Journey --> ...  ...  ...  ... AL...

Me Speechless: Melemaskan Badan

Gambar
Jadi, waktu itu datang ibu-ibu di atas brankar. Setelah cek-cek, saya merasa dia kena stroke. Nah, karena dia stroke jadi saya harus periksa pemeriksaan neurologis. Salah satunya, pemeriksaan refleks yang memakai hammer (bukan hammer merk baju atau yang buat mukul paku, pliz). Untuk periksa ini, Me: Bu, tangannya dilemesin ya, Bu. Saya mau periksa. Ibu: *gerak-gerakin tangan* Me: ^__^;;;;; Bu, lemesin tangannya dong, Bu. Saya mau periksa Ibu. Ibu: *makin hot gerakin tangannya* Me: =__= ;;;; Ibu, saya mau periksa Ibu, tapi tangannya harus dilemesin. Ibu: Saya lagi lemesin tangan saya kok, Bib. Me: ??? ............. ............. ............. Ah........ (batin: jangan-jangan maksudnya ini....) SKJ (From: http://bayusmki.files.wordpress.com/)  *okay.jpg*

Me Speechless: Cegukan

Udah lama, saya ga post ya? Oke. Sekarang akan ngepost curcolan lagi. *dikeplak*  Kejadiannya sudah agak lama, tapi yaa... sangat berkesan. LOL Mas-mas:  Hichup! Bib, tolongi saya, Bib. Hichup! Saya Hichup! cegukan udah lima hari... Hichup! Me :   O_O;;; Lima hari, mas? Kok baru dateng sekarang? Mas-mas:      Iya, Hichup! abisan biasanya Hichup! saya cegukan dua hari juga Hichup! juga sembuh sendiri. Hichup! Me:  ooo.... *pokerface*

Me Speechless: Pemain Bola

Keluarga taat KB (baca: Suami-istri, dua anak cukup) datang ke tempat praktek siang-siang Ayah     : “Bib, anak saya sakit kakinya.” Me       : “Ooo~ Mana yang sakit, dik?” Kakak : *tunjuk dua kaki bagian bawah.* “Ini.” Adik     : “Hihihi...” Me       : *periksa-periksa* *ga ada kelainan*              "Hmm... Suka main bola ya? " Ayah    : “Iya, Bib. Saya yang latih.” Me       : “Eeeh? Bapak yang latih? Pemain bola juga, Pak?” Ayah    : “Iya.” Me       : “Anaknya kecapekan nih, Pak. Latihannya gimana?” Adik     : “Main bola terus sih...!” Ayah    : “Sejam setiap hari kok, Bib. Emang abis latihan, biasanya anaknya ga mau diem. Lari-lari terus!” Ibu...

Curcol on Last Day of 2011

Gambar
“Every ending is a new beginning.” ― Neil Gaiman Yes. This is the last day of 2011. I'm enjoying every moment of it. And glad that I'm alive. Kalau mau melihat resolusi tahun ini, sepertinya ga semuanya terpenuhi. (Sebenarnya aku ga ingat satu-satu resolusiku sih. wkwkwk). Tapi aku cukup senang dengan apa yang kudapat dalam setahun ini. Not speaking about physical achievement from nanow, etc (kita bicara ini nanti), tetapi mentally achievement. Sebuah pengalaman yang bisa jadi pelajaran berharga yang berguna untuk mengambil sikap di kemudian hari. (Klise amat ya? XD)

Sejarah Le Chateau De Phantasm Dari Sudut Pandang Seorang Anggra Part Two: Kami Cinta OOT!

Kisah sebelumnya silahkan dibaca di sini . -------------------------------------------------------------- “All paths eventually return to their origin” – Hikawa Kyoko (Kanata Kara) Agustus 2010. Villam –salah satu kekomers senior dan juga si pengarang Akkadia- bersabda, bahwa akan ada lomba Fantasy Fiesta 2010. Saat itu kami.... WHAT! Fantasy Fiesta? Apaan tuh? Selidik punya selidik, ternyata itu adalah ajang lomba cerpen fantasi yang pernah diadakan di kekom tahun lalu. Jurinya beliau sendiri dan Mbak Dian K (saat itulah saya baru tahu ternyata penulis Zauri pun seorang kekomers XD). Pesertanya ga banyak. Hanya sekitar 16 orang dan semuanya anak-anak kekom. Kali ini ajang lomba meluas hingga komunitas VGI dan FFDN. Jadilah jumlah peserta menjadi 74 orang. Dan karya para pemenangnya, beserta beberapa cerita terbaik lainnya, dianugerahi kehormatan mengisi Kumcer Fantasy Fiesta 2010 .

Sejarah Le Chateau De Phantasm Dari Sudut Pandang Seorang Anggra Part One: Kemudian.com. Di mana segalanya berawal.

Gambar
“This is where it all begins. Everything starts here, today” – David Nicholls Bila dikatakan sebagai komunitas penulis fantasi pertama, well, saya rasa bukan. Tetapi kemungkinan besar Le Chateau De Phantasm adalah salah satu pelopor maraknya genre fantasi di jagad sastra saat ini. Artikel ini saya tulis untuk para member Le Chateau De Phantasm yang ingin tahu asal muasal komunitas ini terbentuk. Namun demikian, yang akan saya paparkan di sini dibuat dalam versi saya. Mungkin akan berbeda di mata rekan yang lain.

Laporan Pandangan Mata Gathering Kastil Fantasi: Jakarta, 4 Desember 2011

Gambar
Usai sudah ajang Fantasy Fiesta 2011. Pemenang sudah diumumkan, bahkan Kumcer Fantasy Fiesta 2011 pun sudah direncanakan beredar dalam waktu dekat. Belum ada pemberitahuan sih, cerpen mana yang dipilih. Tetapi anda sekalian dapat menebaknya bila berkunjung ke kastilfantasi.com dan membuka satu-persatu cerpen yang ada. B) Singkat cerita. Bertujuan mengembangkan dan memperkenalkan genre fantasi di dunia kepenulisan nasional, Kastil Fantasi memutuskan untuk membuka lapak di acara Goodreads Indonesia: Festival Pembaca Indonesia yang diadakan pada tanggal 4 Desember 2011 di Pasar Festival, Jakarta Selatan. Dan yeah. Tanggapan rekan-rekan penulis sealiran cukup positif tentang hal ini. Bahkan anak-anak Le Chateau “OOT” de Phantasm berencana kopdar di event ini dengan meeting spot, lapak Kastil Fantasi. Saya sendiri pun merasa sangat beruntung dan juga bersyukur bela-belain hadir. Walaupun harus ngemis sana-sini cari orang untuk gantiin tugas satpam (baca: Dinas Malam). Susah banget. Ga ...

Next Plan: Nanowrimo?

Gambar
Setelah selesai event FF kemarin, blokade kembali ke kepala seperti biasa. Kembali kepada kesibukan menyebalkan mengurusi kerjaan yang seharusnya milik penggelar titel MARS. Tetapi berhubung atasan mempercayai saya, karena saya masih muda dan cerdas jadilah pekerjaan itu dianugerahkan pada saya.  *dicubit bos karena narsis*

Dream Come True?

Gambar
Sekilas belakangan ini saya teringat dengan kisah pribadinya Andry Wongso, mengenai pengalamannya menjadi bintang film Hongkong. Sekalipun pada akhirnya karir beliau dalam perfilman berakhir hanya sebagai aktor figuran saja, bagi Pak Andry, impian beliau menjadi bintang film Hongkong telah tercapai. Diam-diam sempat merenung juga sih mengenai impian sebagai penulis. Heheh...

Sinkronisasi Dua Duniaku

Sejak kecil saya ingin menjadi penulis. Marga T adalah penulis yang menjadi inspirasi saya terbesar. Apalagi beliau pun seorang tabib. Namanya impian anak kecil, ditambah lagi saya berasal dari keluarga tabib yah jadilah saya masuk sekolah pertabiban dengan berpikiran suatu saat nanti bisa menjadi seperti idola saya.