Postingan

Menampilkan postingan dengan label me speechless

Me Speechless (and LOL): Tabib bodoh.

Sebenarnya ini cerita dari teman sesama tabib yang bekerja di sebuah Rumah Pengobatan pemerintah. Saat itu, teman saya sedang visite di bangsal anak. Ada seorang bocah laki-laki umur tujuh-delapan tahunan. One word about this boy. Brat. Me fren: *senyum cerah ceria* Selamat pagi. Apa ada keluhan hari ini? Bocah: *mengacungkan pistol mainan ke arah teman saya* DOR! DOR! Saya tembak Bu Tabib! DOR! DOR! Mati! Me fren: *ikut terbawa*  (teman saya emang bocah gede.red) *ngacungin tangan dengan jari-jari membentuk seperti pistol* Kubalas kamu! DOR! Mati kau! Bocah: Ih! Mana bisa mati kalau nembak pake tangan. Bu Tabib bodoh ih! Me fren: ^___^;;;;; (@%#&Q#!!!) ( Me: LOL LOL LOL.)  

Me Speechless: Melemaskan Badan

Gambar
Jadi, waktu itu datang ibu-ibu di atas brankar. Setelah cek-cek, saya merasa dia kena stroke. Nah, karena dia stroke jadi saya harus periksa pemeriksaan neurologis. Salah satunya, pemeriksaan refleks yang memakai hammer (bukan hammer merk baju atau yang buat mukul paku, pliz). Untuk periksa ini, Me: Bu, tangannya dilemesin ya, Bu. Saya mau periksa. Ibu: *gerak-gerakin tangan* Me: ^__^;;;;; Bu, lemesin tangannya dong, Bu. Saya mau periksa Ibu. Ibu: *makin hot gerakin tangannya* Me: =__= ;;;; Ibu, saya mau periksa Ibu, tapi tangannya harus dilemesin. Ibu: Saya lagi lemesin tangan saya kok, Bib. Me: ??? ............. ............. ............. Ah........ (batin: jangan-jangan maksudnya ini....) SKJ (From: http://bayusmki.files.wordpress.com/)  *okay.jpg*

Me Speechless: Cegukan

Udah lama, saya ga post ya? Oke. Sekarang akan ngepost curcolan lagi. *dikeplak*  Kejadiannya sudah agak lama, tapi yaa... sangat berkesan. LOL Mas-mas:  Hichup! Bib, tolongi saya, Bib. Hichup! Saya Hichup! cegukan udah lima hari... Hichup! Me :   O_O;;; Lima hari, mas? Kok baru dateng sekarang? Mas-mas:      Iya, Hichup! abisan biasanya Hichup! saya cegukan dua hari juga Hichup! juga sembuh sendiri. Hichup! Me:  ooo.... *pokerface*

Me Speechless: Pemain Bola

Keluarga taat KB (baca: Suami-istri, dua anak cukup) datang ke tempat praktek siang-siang Ayah     : “Bib, anak saya sakit kakinya.” Me       : “Ooo~ Mana yang sakit, dik?” Kakak : *tunjuk dua kaki bagian bawah.* “Ini.” Adik     : “Hihihi...” Me       : *periksa-periksa* *ga ada kelainan*              "Hmm... Suka main bola ya? " Ayah    : “Iya, Bib. Saya yang latih.” Me       : “Eeeh? Bapak yang latih? Pemain bola juga, Pak?” Ayah    : “Iya.” Me       : “Anaknya kecapekan nih, Pak. Latihannya gimana?” Adik     : “Main bola terus sih...!” Ayah    : “Sejam setiap hari kok, Bib. Emang abis latihan, biasanya anaknya ga mau diem. Lari-lari terus!” Ibu...

Me Speechless: Kebanggaan Seorang Bapak

Setelah saya selesai obatin anak lelakinya yang umur 9 tahun, si Bapak (keknya pemulung) entah iseng atau  apa, tau-tau ngomong begini... Bapak:  "Tabib, ini anak saya paling pertama lho. Masih ada adiknya lagi 3 di rumah." Me: *ga konsen, secara lagi nulis resep gitu lhoo~*  Oh, iya ya, Pak? .... *baru nyadar* "Eh? Anak Bapak ada 4?" Bapak: *dengan nada bangga* "Masih ada satu lagi masih di perut ibunya." Me: ..... *speechless sejenak* "Kok ga ikutan KB, Pak? Biaya anak kan mahal?" Bapak: *makin bangga* "Ga usahlah, Bib. Buat saya, ga perlu ada harta, yang penting punya anak." Me: ..... *mendadak merasa jadi orang paling suram sedunia*  "Lho, ntar anaknya ga sekolah dong?" Bapak: *tertawa bangga* "Ini aja belom sekolah, Bib. Ga sekolah gapapa, yang penting dia pinter ngaji." Me: *swt*....

Me Speechless: Tolong!

Mbak-mbak di atas brankar digeret masuk ke ruang periksa, kek orang pingsan atau syok. Disampingnya ada ibu-ibu sama anak kecil nangis-nangis. Heboh banget deh pokoknya! Ibu: #nyerocos "Tabibbbbb, tolongin adik saya ini, Tabibbbbb!! Tadi boncengan motor, hindarin lobang jadi jatuh! Tolongin, Bibb! Dia belom kawin, Bib!! Masih perawan!!! Tolongin dia, Bibbb!!!" Me: (Maksudnya minta tolong gue comblangin ya?)

Me Speechless: Kuku Oh Kukuku

Karena selain di depan si Compy dan si Beby (BeBe maksudnya.), saya sehari-hari jadi Tabib, maka dari itu sering menemui cerita-cerita lucu sekaligus ironi dalam pekerjaan saya. Biasanya sih cuma share di status fb, tapi kemudian saya pikir, ga ada salahnya nulis di blog soal ini. Toh, ini masih nyambung dengan fokus blog ini. Heheh... -------------------------------------------------- Menjelang natal kemarin, siang-siang datang seorang ibu. Penampilannya agak menor, jalannya diseret sambil meringis sakit. Beginilah kira-kira percakapan kami secara singkat. Ibu: "Tabib, tolongin. Saya abis bersihin kuku kaki saya, tau-tau sakit!" TT___TT Me: "Oh. Cantengan, Bu. Kukunya harus dicabut." Ibu: "Aduh. Yang satu udah pernah cantengan juga. Pernah dicabut. Sakit kan, Bib! Rasanya kek dicabut nyawanya." Me: *nahan tawa, tapi ga bisa nahan mesem-mesem* "Emang Ibu pernah dicabut nyawanya?" Ibu : *muka polos* "Belum pernah sih. (Ya eyalah!!)...