Postingan

Menampilkan postingan dengan label novel

Cerita Cinta Enrico (pada Ibu)

Gambar
Udah lama juga ga post repiu ya. Baiklah, mencomot salah satu repiu saya di Goodreads, inilah buku terakhir yang berhasil saya selesaikan. ^^b --------------------------------------------------- Cerita Cinta Enrico by Ayu Utami My rating: 4 of 5 stars Awalnya, saya agak bingung dengan arah mana cerita ini dibawa. Sampai halaman ketujuhpuluhan kok ceritanya masih melulu tentang hidup Enrico tanpa perkembangan berarti. Maklum, terbiasa dengan tulisan-tulisan Ayu sebelumnya yang selalu sarat makna tentang ideologi, sosial, politik atau apalah, yang selalu dah dijabarkan beliau semenjak cerita dibuka. Tetapi ternyata memang maknanya dijabarkan belakangan. Ya, ini memang menceritakan kehidupan seorang bernama Prasetya Riksa yang dipanggil Enrico. Sekaligus membeberkan pemikiran-pemikiran kritis (atau sinis) tentang agama di mata seorang lelaki agnostik (atau atheis), juga makna sebuah kebebasan. Di mana (sekaligus juga) membangkitkan nuansa peristiwa-peristiwa sejarah lampau seb...

Next Plan: Nanowrimo?

Gambar
Setelah selesai event FF kemarin, blokade kembali ke kepala seperti biasa. Kembali kepada kesibukan menyebalkan mengurusi kerjaan yang seharusnya milik penggelar titel MARS. Tetapi berhubung atasan mempercayai saya, karena saya masih muda dan cerdas jadilah pekerjaan itu dianugerahkan pada saya.  *dicubit bos karena narsis*

Second round of editing my main project ~.~

Cerita ini sebenarnya sudah kubuat sejak masih duduk di bangku kuliah semester awal. Ingat banget, ditulis waktu ngejalanin semester pendek. ^o^ Cerita simpel, cenderung klise, tapi dibuat dengan seluruh jiwa raga dan ----- Oke, that's lebay. XD  Here's the thing. Ini adalah hasil revisian ke-2 setelah versi awal di kemudian.com atau di companion blog-ku di WP. Akhirnya jadi juga. Mohon komentarnya bila ada yang perlu diperbaiki. Terima kasih atas bantuannya ^^ ASTARIA: I. SANG GADIS HUTAN             Seharusnya ia pulang sekarang. Fay mendesah. Sulit rasanya menggerakkan kakinya menjauhi Danau Swan. Ia pun  bergeming, menatap kedua kawannya melompat-lompat sambil berteriak-teriak memangilnya. Wen si kelinci hutan dan Felix si anak serigala putih. Tentu saja mereka sebenarnya hanya mencicit dan mengeram, tetapi ia memiliki bakat untuk berkomunikasi dengan makhluk tanpa kata sedari lahir. Seruan mereka saat ini adalah...