Postingan

Me Speechless: Kebanggaan Seorang Bapak

Setelah saya selesai obatin anak lelakinya yang umur 9 tahun, si Bapak (keknya pemulung) entah iseng atau  apa, tau-tau ngomong begini... Bapak:  "Tabib, ini anak saya paling pertama lho. Masih ada adiknya lagi 3 di rumah." Me: *ga konsen, secara lagi nulis resep gitu lhoo~*  Oh, iya ya, Pak? .... *baru nyadar* "Eh? Anak Bapak ada 4?" Bapak: *dengan nada bangga* "Masih ada satu lagi masih di perut ibunya." Me: ..... *speechless sejenak* "Kok ga ikutan KB, Pak? Biaya anak kan mahal?" Bapak: *makin bangga* "Ga usahlah, Bib. Buat saya, ga perlu ada harta, yang penting punya anak." Me: ..... *mendadak merasa jadi orang paling suram sedunia*  "Lho, ntar anaknya ga sekolah dong?" Bapak: *tertawa bangga* "Ini aja belom sekolah, Bib. Ga sekolah gapapa, yang penting dia pinter ngaji." Me: *swt*....

Me Speechless: Tolong!

Mbak-mbak di atas brankar digeret masuk ke ruang periksa, kek orang pingsan atau syok. Disampingnya ada ibu-ibu sama anak kecil nangis-nangis. Heboh banget deh pokoknya! Ibu: #nyerocos "Tabibbbbb, tolongin adik saya ini, Tabibbbbb!! Tadi boncengan motor, hindarin lobang jadi jatuh! Tolongin, Bibb! Dia belom kawin, Bib!! Masih perawan!!! Tolongin dia, Bibbb!!!" Me: (Maksudnya minta tolong gue comblangin ya?)

Me Speechless: Kuku Oh Kukuku

Karena selain di depan si Compy dan si Beby (BeBe maksudnya.), saya sehari-hari jadi Tabib, maka dari itu sering menemui cerita-cerita lucu sekaligus ironi dalam pekerjaan saya. Biasanya sih cuma share di status fb, tapi kemudian saya pikir, ga ada salahnya nulis di blog soal ini. Toh, ini masih nyambung dengan fokus blog ini. Heheh... -------------------------------------------------- Menjelang natal kemarin, siang-siang datang seorang ibu. Penampilannya agak menor, jalannya diseret sambil meringis sakit. Beginilah kira-kira percakapan kami secara singkat. Ibu: "Tabib, tolongin. Saya abis bersihin kuku kaki saya, tau-tau sakit!" TT___TT Me: "Oh. Cantengan, Bu. Kukunya harus dicabut." Ibu: "Aduh. Yang satu udah pernah cantengan juga. Pernah dicabut. Sakit kan, Bib! Rasanya kek dicabut nyawanya." Me: *nahan tawa, tapi ga bisa nahan mesem-mesem* "Emang Ibu pernah dicabut nyawanya?" Ibu : *muka polos* "Belum pernah sih. (Ya eyalah!!)...

Curcol on Last Day of 2011

Gambar
“Every ending is a new beginning.” ― Neil Gaiman Yes. This is the last day of 2011. I'm enjoying every moment of it. And glad that I'm alive. Kalau mau melihat resolusi tahun ini, sepertinya ga semuanya terpenuhi. (Sebenarnya aku ga ingat satu-satu resolusiku sih. wkwkwk). Tapi aku cukup senang dengan apa yang kudapat dalam setahun ini. Not speaking about physical achievement from nanow, etc (kita bicara ini nanti), tetapi mentally achievement. Sebuah pengalaman yang bisa jadi pelajaran berharga yang berguna untuk mengambil sikap di kemudian hari. (Klise amat ya? XD)

Sejarah Le Chateau De Phantasm Dari Sudut Pandang Seorang Anggra Part Two: Kami Cinta OOT!

Kisah sebelumnya silahkan dibaca di sini . -------------------------------------------------------------- “All paths eventually return to their origin” – Hikawa Kyoko (Kanata Kara) Agustus 2010. Villam –salah satu kekomers senior dan juga si pengarang Akkadia- bersabda, bahwa akan ada lomba Fantasy Fiesta 2010. Saat itu kami.... WHAT! Fantasy Fiesta? Apaan tuh? Selidik punya selidik, ternyata itu adalah ajang lomba cerpen fantasi yang pernah diadakan di kekom tahun lalu. Jurinya beliau sendiri dan Mbak Dian K (saat itulah saya baru tahu ternyata penulis Zauri pun seorang kekomers XD). Pesertanya ga banyak. Hanya sekitar 16 orang dan semuanya anak-anak kekom. Kali ini ajang lomba meluas hingga komunitas VGI dan FFDN. Jadilah jumlah peserta menjadi 74 orang. Dan karya para pemenangnya, beserta beberapa cerita terbaik lainnya, dianugerahi kehormatan mengisi Kumcer Fantasy Fiesta 2010 .

Sejarah Le Chateau De Phantasm Dari Sudut Pandang Seorang Anggra Part One: Kemudian.com. Di mana segalanya berawal.

Gambar
“This is where it all begins. Everything starts here, today” – David Nicholls Bila dikatakan sebagai komunitas penulis fantasi pertama, well, saya rasa bukan. Tetapi kemungkinan besar Le Chateau De Phantasm adalah salah satu pelopor maraknya genre fantasi di jagad sastra saat ini. Artikel ini saya tulis untuk para member Le Chateau De Phantasm yang ingin tahu asal muasal komunitas ini terbentuk. Namun demikian, yang akan saya paparkan di sini dibuat dalam versi saya. Mungkin akan berbeda di mata rekan yang lain.

Laporan Pandangan Mata Gathering Kastil Fantasi: Jakarta, 4 Desember 2011

Gambar
Usai sudah ajang Fantasy Fiesta 2011. Pemenang sudah diumumkan, bahkan Kumcer Fantasy Fiesta 2011 pun sudah direncanakan beredar dalam waktu dekat. Belum ada pemberitahuan sih, cerpen mana yang dipilih. Tetapi anda sekalian dapat menebaknya bila berkunjung ke kastilfantasi.com dan membuka satu-persatu cerpen yang ada. B) Singkat cerita. Bertujuan mengembangkan dan memperkenalkan genre fantasi di dunia kepenulisan nasional, Kastil Fantasi memutuskan untuk membuka lapak di acara Goodreads Indonesia: Festival Pembaca Indonesia yang diadakan pada tanggal 4 Desember 2011 di Pasar Festival, Jakarta Selatan. Dan yeah. Tanggapan rekan-rekan penulis sealiran cukup positif tentang hal ini. Bahkan anak-anak Le Chateau “OOT” de Phantasm berencana kopdar di event ini dengan meeting spot, lapak Kastil Fantasi. Saya sendiri pun merasa sangat beruntung dan juga bersyukur bela-belain hadir. Walaupun harus ngemis sana-sini cari orang untuk gantiin tugas satpam (baca: Dinas Malam). Susah banget. Ga ...