Postingan

Memilih Insomnia: SEBUAH KEMENANGAN KECIL

Iya, saya kembali curcol setelah lebih dari dua minggu curcol terakhir terposting. Maksudnya "memilih insomnia", karena besok saya mulai libur panjang sampai minggu depan karena hari raya. Jadilah saya mengerjakan tugas yang saya deadline sendiri harus selesai di akhir minggu depan. Yah, kalau tidak begitu, mendingan saya balik mati suri saja. Tulisan ini adalah "intermezo". Tapi saya tidak menyanggah bila anda mengatakan ini "procastinating". Suit yourself~ Dua minggu bangkit kembali dari kuburan, saya menyadari ada yang berubah dari dalam diri saya. Misalnya, entah mengapa kawah candradimuka yang dulu kelihatan mengerikan, tidak begitu mempengaruhi saya seperti sebelumnya. Lalu, iblis-iblis yang dahulu menakutkan, bahkan tidak lagi dapat membuat saya gemetar.  Namun demikian, ketika saya sedang sendirian di bilik nyaman, terkadang roh-roh yang dulu pernah menguasai saya, seolah mencoba kembali merasuki diri saya lagi. Dari situlah, saya men...

Buah Insomnia: PILIHAN

Mungkin ini sekedar sharing, mungkin juga sebuah pengakuan besar-besaran, mungkin juga sebuah perenungan. Bisa jadi, di akhir tulisan ini anda baru dapat memutuskan yang mana. Tidak pernah ada manusia yang memilih untuk dilahirkan. Kendati demikian, anda sekalian tentunya ada karena pilihan. Sederhananya, bayangkan bila kedua orangtua anda memutuskan tidak jadi menikah. Namun demikian, sepanjang hidupnya, manusia selalu diperhadapkan dengan pilihan-pilihan. Baik kecil/sepele maupun besar. Mau makan apa?  Mau pergi kemana?  Mau sekolah di mana?  Mau kerja apa?  Mau menikah dengan siapa?  Mau anak berapa? Mau berteman dengan siapa? Mau memaafkan kesalahannya atau tidak? Mau berbuat baik atau tidak? Mau cuekin atau tidak? Mau diam atau bicara? Berawal dari dua setengah tahun sebelumnya, saya memiliki pengharapan yang cukup tinggi pada sebuah institusi, saya memilih sebuah jalan yang dirasa aman untuk masa depan. Namun ternyata sal...

Come Back Writing

Happy Valentine, all. Lama nggak menulis. Biarlah hari ini. dimanfaatkan untuk post tulisan perdana setelah sekian lama. Memang agak rusty, maka dari itu daripada cerpen, lebih baik prosa saja. Hahaha... ----------------------------------------------- PENGHINAAN Dia menegur seolah tiada maksud. Dari luar suaranya terdengar ramah, akrab tak biasa. Lantas beberapa kalimat terucap, mengajak semua memasang telinga baik-baik. Barulah kemudian aku tahu, maksud seperti yang seharusnya sudah diduga. Aku dihinakan. Kata demi kata diucapnya. Halus, manis, penuh tawa, namun terasa panas menusuk. Seperti ketika pisau Delila memotong rambut Samson.  Hentikan. Hentikan . Kataku. Tetapi pengecut hanya bisa mengucap dalam hati.  Detik dan menit kekejian berlalu tiada ampun. Siksaan kata penghinaan dari sang iblis yang mengendalikan kedagingannya. Nafsu jemawa semakin terpuaskan oleh pandangan yang semakin banyak merapat. Saat itulah aku mati. .... ...

Review: London - "The Side Story" Angel

Gambar
Oke. Jadilah ini post kedua tahun bulan ini. Kemarin saya lagi agak gila buku romens. Yes, I'm in mood for romance. Hohoho... Maka dari itu, silakan dinikmatiiii XD London: Angel by Windry Ramadhina My rating: 4 of 5 stars Warning Spoiler Ahead!!! Buku ini sangat highly recommended dibaca tanpa spoiler!! Risiko kurang bisa menikmati, silahkan anda tanggung sendiri bila terlanjur membaca review saya ini. ---------------------------------------------------------------------------------

Review: Last Minute in Manhattan

Gambar
Ah, sudah lama saya tiada posting yah. Maaf-maaf. Kesibukan tahun ini agak luar biasa dari sebelum-sebelumnya. Jadilah, saya agak sulit nyari waktu untuk menulis blog. Sudah ada sih, topik-topik yang ingin saya bahas di sini, tapi masih dalam penyusunan. Maka dari itu, sementara baca saja repiu ini yah. Mumpung lagi niat nulis repiu agak panjang. Hehe... Last Minute in Manhattan: Beri Cinta Waktu by Yoana Dianika My rating: 2 of 5 stars *garuk-garuk kepala* Seharusnya sebelum baca buku ini, saya mensugesti diri saya sendiri dulu bahwa...

My Upcoming Second Child in An Unfortunate Number

Gambar
Kata orang, angkat empat itu angka si y al. Makanya jarang lihat kan ada lantai empat di satu gedung. Atau rumah nomor empat juga. Tapi buat saia, angka empat justru keberuntungan. Sebab ada empat hal menyenangkan yang saia dapatkan dalam bulan Desember ini. Diawali dengan diterimanya saia di sekolah spesialis. IYA! Saia bakal jadi TABIB   beneran! Saia berniat memperdalam ilmu sen no cactuar. ^o^v (apa seh?) Kedua, tentu saja Festival Pembaca Indonesia tanggal 9 Desember kemarin. Rasanya selalu menyenangkan bertemu dengan kawan-kawan yang memiliki kegilaan yang sama dalam Buku, Menulis, Fantasi. #Eaahh Dokumentasinya bisa dilihat di  sini. Ketiga, saia dapat kesempatan nonton EMPAT  tontonan bagus (tuh kan empat lagi :P ). Puella Magi Madoka Magica --> Beware of your JAW! Watch this with your own risk! Rise of The Guardian --> Jack Frosty~ Gyaaa~~ <3 <3 <3 The Hobbit: An Unexpected Journey --> ...  ...  ...  ... AL...

Cerita Cinta Enrico (pada Ibu)

Gambar
Udah lama juga ga post repiu ya. Baiklah, mencomot salah satu repiu saya di Goodreads, inilah buku terakhir yang berhasil saya selesaikan. ^^b --------------------------------------------------- Cerita Cinta Enrico by Ayu Utami My rating: 4 of 5 stars Awalnya, saya agak bingung dengan arah mana cerita ini dibawa. Sampai halaman ketujuhpuluhan kok ceritanya masih melulu tentang hidup Enrico tanpa perkembangan berarti. Maklum, terbiasa dengan tulisan-tulisan Ayu sebelumnya yang selalu sarat makna tentang ideologi, sosial, politik atau apalah, yang selalu dah dijabarkan beliau semenjak cerita dibuka. Tetapi ternyata memang maknanya dijabarkan belakangan. Ya, ini memang menceritakan kehidupan seorang bernama Prasetya Riksa yang dipanggil Enrico. Sekaligus membeberkan pemikiran-pemikiran kritis (atau sinis) tentang agama di mata seorang lelaki agnostik (atau atheis), juga makna sebuah kebebasan. Di mana (sekaligus juga) membangkitkan nuansa peristiwa-peristiwa sejarah lampau seb...