Postingan

My Story: Walking Dead Real Life

Kalo elu pernah nonton sinetron Walking Dead, elu pasti tahu sinetronnya dimulai dengan adegan bapak polisi yang bangun di rumah sakit dan menemukan dunianya sudah kiamat. Yang mau dicurhatin  diomongin di sini adalah bahwa setiap dari kita pernah mengalami efek intro  Walking Dead.  Momen masing-masing orang berbeda, tapi ya gue mengalami hal begini beberapa bulan lalu dan momen gue adalah sehabis gue dapat "cap di buntut". Dalam sekejap mata, gue merasa dunia di sekeliling gue telah berubah. Bukan kiamat sih, tapi mendadak gue merasa asing seperti ada di negeri orang. Jika dulu gue merasa hidup gue cukup maksimal 4 tahun aja, sekarang nambah jadi seumur hidup. Teman-teman hang out bareng mendadak  berkurang, keluarga gue mendadak jadi orang asing, ortu gue mendadak  jadi tua dan sakit, gue jadi ga terlalu suka membaca novel dan menulis. Simpangan jalan depan gue mendadak jadi gede-gede dan satu arah semua. Kalau sampe salah ambil jalan, muternya nun ...

Sedikit Tantangan Untukku

Hampir dua minggu gue bete-bete nggak jelas. Rasanya semua orang mau gue headbang . Penyebabnya nggak jelas. Gue memang sedang mengerjakan tugas akhir, which is terdiri dari beberapa tahap, yakni: 1. nentuin judul 2. bikin proposal usulan penelitian 4. maju proposal 5. masuk etik dan buat izin lokasi 6. penelitian 7. selesai penelitian mengolah data 8. Jungkir balik mengarang kesimpulan 9. Maju laporan pendahuluan 10. maju teshit . Dan gue sudah selesai tahap 5. Udah setengah jalan dongs?? Dan konon, tahap 5 ke tahap 6 itu masa2 penantian yang indah. Lo bisa melakukan apa aja yang lo inginkan. Bahkan ada temen gue yang merid di tahap ini!! Kebayang nggak keribetan urusan merid bisa dilakukan di tahap ini?!! (Gue belum pernah sih, tapi kata orang-orang gitu) Tapi anehnya gue merasa gundah gelisah. Segalanya nggak terasa menarik lagi bagi gue. Mana ditambah lagi hape Cina Kesayangan gue rusak. Makin komplit lah itu bete. Karena gue udah lama berniat mengkhianati si Cina Kesa...

The Note (1)

Halo. Membaca itu menyenangkan , bukan ? Semoga harimu menggembirakan . Selesai membaca carikan kertas yang dilipat itu, melintaslah gambaran-gambaran asing dalam benak Raff. Cepat seperti kejapan mata, namun kuat terpatri bak pengalaman sendiri. Napas Raff seolah terhenti kala mendapati gambaran lembut hati yang menyelipkan kertas itu di dalam buku Sejarah Alkimia. Sayang, wajahnya tak terlihat. Satu-satunya yang didapat dari sosok itu selain kelembutan hatinya, adalah jubah merah muda yang dikenakannya. Dahulu Raff mengutuk kekuatan membaca kenangan benda yang dimilikinya itu, sebab hampir selevel para Nihil -manusia tanpa kekuatan sihir. Kekuatan yang menjadi kekhususan keluarga Vizori ini, seharusnya menjadi kekuatan yang sangat berguna. Seorang Vizori biasanya kerap diminta bantuan oleh pihak kepolisian untuk memecah kasus sulit. Ged, kakak Raff, banyak berhubungan dengan para detektif sejak usia dua belas tahun sebelum kemudian mendaftar sekolah kepolisian. Itu empat tahun...

BERUSAHA INSOMNIA: Efek Kupu-Kupu Tahun Terbaik

Pernahkah kamu memikirkan bagaimana caranya kamu bisa tiba di tempat yang saat ini sedang kamu tempati?  Misalkan kamu ke Bandung dan caranya kamu ke sana dengan naik mobil. Mobil berbahan bakar bensin. Bensin berasal dari pom bensin. Pom bensin dikelola oleh para petugas pom bensin. Bensin juga diolah dari minyak bumi. Dikirim oleh truk tangki minyak yang besar dan memakan tempat itu ke pompa bensin tempat kamu isi bensin. Truk dikemudikan oleh seorang supir, yang punya anak istri, rumah... NAH! Pernah nggak, berpikir bagaimana bila istri supir truk tangki minyak itu lagi PMS terus memicu pertengkaran rumah tangga dengan suaminya. Suaminya berangkat kerja dengan uring-uringan pula, kemudian nggak konsen mengendarai truknya, sehingga truknya kecelakaan, sehingga (lagi) bensin tidak dapat diantar ke pompa bensin dan akhirnya kamu tidak dapat bensin sehingga (lagi-lagi) tidak bisa pergi ke Bandung. Kesimpulannya, karena istri supir truk bensin PMS, kamu tidak b...

Memilih Insomnia: SEBUAH KEMENANGAN KECIL

Iya, saya kembali curcol setelah lebih dari dua minggu curcol terakhir terposting. Maksudnya "memilih insomnia", karena besok saya mulai libur panjang sampai minggu depan karena hari raya. Jadilah saya mengerjakan tugas yang saya deadline sendiri harus selesai di akhir minggu depan. Yah, kalau tidak begitu, mendingan saya balik mati suri saja. Tulisan ini adalah "intermezo". Tapi saya tidak menyanggah bila anda mengatakan ini "procastinating". Suit yourself~ Dua minggu bangkit kembali dari kuburan, saya menyadari ada yang berubah dari dalam diri saya. Misalnya, entah mengapa kawah candradimuka yang dulu kelihatan mengerikan, tidak begitu mempengaruhi saya seperti sebelumnya. Lalu, iblis-iblis yang dahulu menakutkan, bahkan tidak lagi dapat membuat saya gemetar.  Namun demikian, ketika saya sedang sendirian di bilik nyaman, terkadang roh-roh yang dulu pernah menguasai saya, seolah mencoba kembali merasuki diri saya lagi. Dari situlah, saya men...

Buah Insomnia: PILIHAN

Mungkin ini sekedar sharing, mungkin juga sebuah pengakuan besar-besaran, mungkin juga sebuah perenungan. Bisa jadi, di akhir tulisan ini anda baru dapat memutuskan yang mana. Tidak pernah ada manusia yang memilih untuk dilahirkan. Kendati demikian, anda sekalian tentunya ada karena pilihan. Sederhananya, bayangkan bila kedua orangtua anda memutuskan tidak jadi menikah. Namun demikian, sepanjang hidupnya, manusia selalu diperhadapkan dengan pilihan-pilihan. Baik kecil/sepele maupun besar. Mau makan apa?  Mau pergi kemana?  Mau sekolah di mana?  Mau kerja apa?  Mau menikah dengan siapa?  Mau anak berapa? Mau berteman dengan siapa? Mau memaafkan kesalahannya atau tidak? Mau berbuat baik atau tidak? Mau cuekin atau tidak? Mau diam atau bicara? Berawal dari dua setengah tahun sebelumnya, saya memiliki pengharapan yang cukup tinggi pada sebuah institusi, saya memilih sebuah jalan yang dirasa aman untuk masa depan. Namun ternyata sal...

Come Back Writing

Happy Valentine, all. Lama nggak menulis. Biarlah hari ini. dimanfaatkan untuk post tulisan perdana setelah sekian lama. Memang agak rusty, maka dari itu daripada cerpen, lebih baik prosa saja. Hahaha... ----------------------------------------------- PENGHINAAN Dia menegur seolah tiada maksud. Dari luar suaranya terdengar ramah, akrab tak biasa. Lantas beberapa kalimat terucap, mengajak semua memasang telinga baik-baik. Barulah kemudian aku tahu, maksud seperti yang seharusnya sudah diduga. Aku dihinakan. Kata demi kata diucapnya. Halus, manis, penuh tawa, namun terasa panas menusuk. Seperti ketika pisau Delila memotong rambut Samson.  Hentikan. Hentikan . Kataku. Tetapi pengecut hanya bisa mengucap dalam hati.  Detik dan menit kekejian berlalu tiada ampun. Siksaan kata penghinaan dari sang iblis yang mengendalikan kedagingannya. Nafsu jemawa semakin terpuaskan oleh pandangan yang semakin banyak merapat. Saat itulah aku mati. .... ...