Postingan

Unfinished Work, That is Me (2)

Bagian 1 nya mana? Mungkin anda akan bertanya demikian. Jawabannya ada. Tetapi belum selesai saya tulis.. kita langsung saja lompat ke sini. Jadi tahun ini saya punya beberapa resolusi. Salah satu resolusi itu adalah melibatkan sebuah bidang yang sudah lama menjadi passion saya, tetapi saya biarkan begitu saja karena tuntutan kehidupan. Alhasil, ternyata passion itu terus menerus mengejar saya dan akhirnya setelah perenungan panjang, dibantu pula oleh psikolog saya yang baik hati dan bijaksana, Mbak A, saya pun memutuskan untuk meladeni passion ini dengan segala resikonya. Tentu saja, passion yang saya maksud itu adalah menjadi seorang penulis. Dear Lord Almighty. Sampai hari ini saya tidak tahu apakah yang sedang saya lakukan ini tepat atau tidak. Saya me-neglect karir yang menghasilkan banyak uang ini demi mengejar ketenangan batin. Namun demikian, batin ini tidak kunjung tenang juga, karena kebutuhan material. Alamakjang.  Saya mengikuti kelas-kelas menulis, mulai dari kelas men...

#phaseoflife

until 2019: living like a robot 2020: dead 2021: reincarnated, still a baby 2022: a kid, trying to learn 2023: a teenager...? gotta try for something new

Ujian Kenaikan Kelas Corona-sensei

*bersihbersih debu kiri kanan Udah tiga tahun lamanya nggak ninggalin jejak di rumah ini. Sebelum-sebelumnya alasannya sih karena sibuk, nggak niat nulis or whatever ... (Well, gue ada tulisan untuk blog ini sih tapi belum gue post. Tapi biarlah gue post nanti saja. Tahun depan mungkin? Ketika keadaan dunia sudah lebih baik dari hari ini). Nah, tapi hari ini gue sempatkan nulis di sini. Hmm tapi sempatkan itu bukan kata yang tepat juga. Tapi SANGAT SEMPAT. Kenapa? Karena gue sudah pindah dunia. . . . . *krikkrik Eh salah? Karena nggak ada portal? Baiklah. Kalau gitu ini era post-apokalips. . . . . *krikkrikkrik Nggak salah pakai banget kan.  Flash back sedikit.  Pandemi corona yang diawali dari akhir Desember 2019 adalah kado tahun baru terbangke untuk manusia. Plot twist bagi semua kisah dan rencana, yang membuat elo merasakan sendiri rasanya gimana berada di posisi original character elo yang elo buli selama ini! (Lha kenapa gue j...

My Story: Walking Dead Real Life

Kalo elu pernah nonton sinetron Walking Dead, elu pasti tahu sinetronnya dimulai dengan adegan bapak polisi yang bangun di rumah sakit dan menemukan dunianya sudah kiamat. Yang mau dicurhatin  diomongin di sini adalah bahwa setiap dari kita pernah mengalami efek intro  Walking Dead.  Momen masing-masing orang berbeda, tapi ya gue mengalami hal begini beberapa bulan lalu dan momen gue adalah sehabis gue dapat "cap di buntut". Dalam sekejap mata, gue merasa dunia di sekeliling gue telah berubah. Bukan kiamat sih, tapi mendadak gue merasa asing seperti ada di negeri orang. Jika dulu gue merasa hidup gue cukup maksimal 4 tahun aja, sekarang nambah jadi seumur hidup. Teman-teman hang out bareng mendadak  berkurang, keluarga gue mendadak jadi orang asing, ortu gue mendadak  jadi tua dan sakit, gue jadi ga terlalu suka membaca novel dan menulis. Simpangan jalan depan gue mendadak jadi gede-gede dan satu arah semua. Kalau sampe salah ambil jalan, muternya nun ...

Sedikit Tantangan Untukku

Hampir dua minggu gue bete-bete nggak jelas. Rasanya semua orang mau gue headbang . Penyebabnya nggak jelas. Gue memang sedang mengerjakan tugas akhir, which is terdiri dari beberapa tahap, yakni: 1. nentuin judul 2. bikin proposal usulan penelitian 4. maju proposal 5. masuk etik dan buat izin lokasi 6. penelitian 7. selesai penelitian mengolah data 8. Jungkir balik mengarang kesimpulan 9. Maju laporan pendahuluan 10. maju teshit . Dan gue sudah selesai tahap 5. Udah setengah jalan dongs?? Dan konon, tahap 5 ke tahap 6 itu masa2 penantian yang indah. Lo bisa melakukan apa aja yang lo inginkan. Bahkan ada temen gue yang merid di tahap ini!! Kebayang nggak keribetan urusan merid bisa dilakukan di tahap ini?!! (Gue belum pernah sih, tapi kata orang-orang gitu) Tapi anehnya gue merasa gundah gelisah. Segalanya nggak terasa menarik lagi bagi gue. Mana ditambah lagi hape Cina Kesayangan gue rusak. Makin komplit lah itu bete. Karena gue udah lama berniat mengkhianati si Cina Kesa...

The Note (1)

Halo. Membaca itu menyenangkan , bukan ? Semoga harimu menggembirakan . Selesai membaca carikan kertas yang dilipat itu, melintaslah gambaran-gambaran asing dalam benak Raff. Cepat seperti kejapan mata, namun kuat terpatri bak pengalaman sendiri. Napas Raff seolah terhenti kala mendapati gambaran lembut hati yang menyelipkan kertas itu di dalam buku Sejarah Alkimia. Sayang, wajahnya tak terlihat. Satu-satunya yang didapat dari sosok itu selain kelembutan hatinya, adalah jubah merah muda yang dikenakannya. Dahulu Raff mengutuk kekuatan membaca kenangan benda yang dimilikinya itu, sebab hampir selevel para Nihil -manusia tanpa kekuatan sihir. Kekuatan yang menjadi kekhususan keluarga Vizori ini, seharusnya menjadi kekuatan yang sangat berguna. Seorang Vizori biasanya kerap diminta bantuan oleh pihak kepolisian untuk memecah kasus sulit. Ged, kakak Raff, banyak berhubungan dengan para detektif sejak usia dua belas tahun sebelum kemudian mendaftar sekolah kepolisian. Itu empat tahun...

BERUSAHA INSOMNIA: Efek Kupu-Kupu Tahun Terbaik

Pernahkah kamu memikirkan bagaimana caranya kamu bisa tiba di tempat yang saat ini sedang kamu tempati?  Misalkan kamu ke Bandung dan caranya kamu ke sana dengan naik mobil. Mobil berbahan bakar bensin. Bensin berasal dari pom bensin. Pom bensin dikelola oleh para petugas pom bensin. Bensin juga diolah dari minyak bumi. Dikirim oleh truk tangki minyak yang besar dan memakan tempat itu ke pompa bensin tempat kamu isi bensin. Truk dikemudikan oleh seorang supir, yang punya anak istri, rumah... NAH! Pernah nggak, berpikir bagaimana bila istri supir truk tangki minyak itu lagi PMS terus memicu pertengkaran rumah tangga dengan suaminya. Suaminya berangkat kerja dengan uring-uringan pula, kemudian nggak konsen mengendarai truknya, sehingga truknya kecelakaan, sehingga (lagi) bensin tidak dapat diantar ke pompa bensin dan akhirnya kamu tidak dapat bensin sehingga (lagi-lagi) tidak bisa pergi ke Bandung. Kesimpulannya, karena istri supir truk bensin PMS, kamu tidak b...

Memilih Insomnia: SEBUAH KEMENANGAN KECIL

Iya, saya kembali curcol setelah lebih dari dua minggu curcol terakhir terposting. Maksudnya "memilih insomnia", karena besok saya mulai libur panjang sampai minggu depan karena hari raya. Jadilah saya mengerjakan tugas yang saya deadline sendiri harus selesai di akhir minggu depan. Yah, kalau tidak begitu, mendingan saya balik mati suri saja. Tulisan ini adalah "intermezo". Tapi saya tidak menyanggah bila anda mengatakan ini "procastinating". Suit yourself~ Dua minggu bangkit kembali dari kuburan, saya menyadari ada yang berubah dari dalam diri saya. Misalnya, entah mengapa kawah candradimuka yang dulu kelihatan mengerikan, tidak begitu mempengaruhi saya seperti sebelumnya. Lalu, iblis-iblis yang dahulu menakutkan, bahkan tidak lagi dapat membuat saya gemetar.  Namun demikian, ketika saya sedang sendirian di bilik nyaman, terkadang roh-roh yang dulu pernah menguasai saya, seolah mencoba kembali merasuki diri saya lagi. Dari situlah, saya men...

Buah Insomnia: PILIHAN

Mungkin ini sekedar sharing, mungkin juga sebuah pengakuan besar-besaran, mungkin juga sebuah perenungan. Bisa jadi, di akhir tulisan ini anda baru dapat memutuskan yang mana. Tidak pernah ada manusia yang memilih untuk dilahirkan. Kendati demikian, anda sekalian tentunya ada karena pilihan. Sederhananya, bayangkan bila kedua orangtua anda memutuskan tidak jadi menikah. Namun demikian, sepanjang hidupnya, manusia selalu diperhadapkan dengan pilihan-pilihan. Baik kecil/sepele maupun besar. Mau makan apa?  Mau pergi kemana?  Mau sekolah di mana?  Mau kerja apa?  Mau menikah dengan siapa?  Mau anak berapa? Mau berteman dengan siapa? Mau memaafkan kesalahannya atau tidak? Mau berbuat baik atau tidak? Mau cuekin atau tidak? Mau diam atau bicara? Berawal dari dua setengah tahun sebelumnya, saya memiliki pengharapan yang cukup tinggi pada sebuah institusi, saya memilih sebuah jalan yang dirasa aman untuk masa depan. Namun ternyata sal...

Come Back Writing

Happy Valentine, all. Lama nggak menulis. Biarlah hari ini. dimanfaatkan untuk post tulisan perdana setelah sekian lama. Memang agak rusty, maka dari itu daripada cerpen, lebih baik prosa saja. Hahaha... ----------------------------------------------- PENGHINAAN Dia menegur seolah tiada maksud. Dari luar suaranya terdengar ramah, akrab tak biasa. Lantas beberapa kalimat terucap, mengajak semua memasang telinga baik-baik. Barulah kemudian aku tahu, maksud seperti yang seharusnya sudah diduga. Aku dihinakan. Kata demi kata diucapnya. Halus, manis, penuh tawa, namun terasa panas menusuk. Seperti ketika pisau Delila memotong rambut Samson.  Hentikan. Hentikan . Kataku. Tetapi pengecut hanya bisa mengucap dalam hati.  Detik dan menit kekejian berlalu tiada ampun. Siksaan kata penghinaan dari sang iblis yang mengendalikan kedagingannya. Nafsu jemawa semakin terpuaskan oleh pandangan yang semakin banyak merapat. Saat itulah aku mati. .... ...

Review: London - "The Side Story" Angel

Gambar
Oke. Jadilah ini post kedua tahun bulan ini. Kemarin saya lagi agak gila buku romens. Yes, I'm in mood for romance. Hohoho... Maka dari itu, silakan dinikmatiiii XD London: Angel by Windry Ramadhina My rating: 4 of 5 stars Warning Spoiler Ahead!!! Buku ini sangat highly recommended dibaca tanpa spoiler!! Risiko kurang bisa menikmati, silahkan anda tanggung sendiri bila terlanjur membaca review saya ini. ---------------------------------------------------------------------------------

Review: Last Minute in Manhattan

Gambar
Ah, sudah lama saya tiada posting yah. Maaf-maaf. Kesibukan tahun ini agak luar biasa dari sebelum-sebelumnya. Jadilah, saya agak sulit nyari waktu untuk menulis blog. Sudah ada sih, topik-topik yang ingin saya bahas di sini, tapi masih dalam penyusunan. Maka dari itu, sementara baca saja repiu ini yah. Mumpung lagi niat nulis repiu agak panjang. Hehe... Last Minute in Manhattan: Beri Cinta Waktu by Yoana Dianika My rating: 2 of 5 stars *garuk-garuk kepala* Seharusnya sebelum baca buku ini, saya mensugesti diri saya sendiri dulu bahwa...

My Upcoming Second Child in An Unfortunate Number

Gambar
Kata orang, angkat empat itu angka si y al. Makanya jarang lihat kan ada lantai empat di satu gedung. Atau rumah nomor empat juga. Tapi buat saia, angka empat justru keberuntungan. Sebab ada empat hal menyenangkan yang saia dapatkan dalam bulan Desember ini. Diawali dengan diterimanya saia di sekolah spesialis. IYA! Saia bakal jadi TABIB   beneran! Saia berniat memperdalam ilmu sen no cactuar. ^o^v (apa seh?) Kedua, tentu saja Festival Pembaca Indonesia tanggal 9 Desember kemarin. Rasanya selalu menyenangkan bertemu dengan kawan-kawan yang memiliki kegilaan yang sama dalam Buku, Menulis, Fantasi. #Eaahh Dokumentasinya bisa dilihat di  sini. Ketiga, saia dapat kesempatan nonton EMPAT  tontonan bagus (tuh kan empat lagi :P ). Puella Magi Madoka Magica --> Beware of your JAW! Watch this with your own risk! Rise of The Guardian --> Jack Frosty~ Gyaaa~~ <3 <3 <3 The Hobbit: An Unexpected Journey --> ...  ...  ...  ... AL...

Cerita Cinta Enrico (pada Ibu)

Gambar
Udah lama juga ga post repiu ya. Baiklah, mencomot salah satu repiu saya di Goodreads, inilah buku terakhir yang berhasil saya selesaikan. ^^b --------------------------------------------------- Cerita Cinta Enrico by Ayu Utami My rating: 4 of 5 stars Awalnya, saya agak bingung dengan arah mana cerita ini dibawa. Sampai halaman ketujuhpuluhan kok ceritanya masih melulu tentang hidup Enrico tanpa perkembangan berarti. Maklum, terbiasa dengan tulisan-tulisan Ayu sebelumnya yang selalu sarat makna tentang ideologi, sosial, politik atau apalah, yang selalu dah dijabarkan beliau semenjak cerita dibuka. Tetapi ternyata memang maknanya dijabarkan belakangan. Ya, ini memang menceritakan kehidupan seorang bernama Prasetya Riksa yang dipanggil Enrico. Sekaligus membeberkan pemikiran-pemikiran kritis (atau sinis) tentang agama di mata seorang lelaki agnostik (atau atheis), juga makna sebuah kebebasan. Di mana (sekaligus juga) membangkitkan nuansa peristiwa-peristiwa sejarah lampau seb...

Me Speechless (and LOL): Tabib bodoh.

Sebenarnya ini cerita dari teman sesama tabib yang bekerja di sebuah Rumah Pengobatan pemerintah. Saat itu, teman saya sedang visite di bangsal anak. Ada seorang bocah laki-laki umur tujuh-delapan tahunan. One word about this boy. Brat. Me fren: *senyum cerah ceria* Selamat pagi. Apa ada keluhan hari ini? Bocah: *mengacungkan pistol mainan ke arah teman saya* DOR! DOR! Saya tembak Bu Tabib! DOR! DOR! Mati! Me fren: *ikut terbawa*  (teman saya emang bocah gede.red) *ngacungin tangan dengan jari-jari membentuk seperti pistol* Kubalas kamu! DOR! Mati kau! Bocah: Ih! Mana bisa mati kalau nembak pake tangan. Bu Tabib bodoh ih! Me fren: ^___^;;;;; (@%#&Q#!!!) ( Me: LOL LOL LOL.)  

Me Speechless: Melemaskan Badan

Gambar
Jadi, waktu itu datang ibu-ibu di atas brankar. Setelah cek-cek, saya merasa dia kena stroke. Nah, karena dia stroke jadi saya harus periksa pemeriksaan neurologis. Salah satunya, pemeriksaan refleks yang memakai hammer (bukan hammer merk baju atau yang buat mukul paku, pliz). Untuk periksa ini, Me: Bu, tangannya dilemesin ya, Bu. Saya mau periksa. Ibu: *gerak-gerakin tangan* Me: ^__^;;;;; Bu, lemesin tangannya dong, Bu. Saya mau periksa Ibu. Ibu: *makin hot gerakin tangannya* Me: =__= ;;;; Ibu, saya mau periksa Ibu, tapi tangannya harus dilemesin. Ibu: Saya lagi lemesin tangan saya kok, Bib. Me: ??? ............. ............. ............. Ah........ (batin: jangan-jangan maksudnya ini....) SKJ (From: http://bayusmki.files.wordpress.com/)  *okay.jpg*

Me Speechless: Cegukan

Udah lama, saya ga post ya? Oke. Sekarang akan ngepost curcolan lagi. *dikeplak*  Kejadiannya sudah agak lama, tapi yaa... sangat berkesan. LOL Mas-mas:  Hichup! Bib, tolongi saya, Bib. Hichup! Saya Hichup! cegukan udah lima hari... Hichup! Me :   O_O;;; Lima hari, mas? Kok baru dateng sekarang? Mas-mas:      Iya, Hichup! abisan biasanya Hichup! saya cegukan dua hari juga Hichup! juga sembuh sendiri. Hichup! Me:  ooo.... *pokerface*

My First

Gambar
Kayanya udah telat baru ngomongin ini sekarang ya? Tapi katanya kan "better late than never", hehehe... Ini dia... Yep. Ini adalah karya pertama yang akhirnya berhasil diterbitkan. Aku sendiri ga sangka, ternyata "Karya Sang Pencipta" mendapat kehormatan menempati satu dari dua puluh cerita di kumcer ini.Ah ya. Sebagai informasi, judulnya kuubah jadi Noel. Kenapa? Karena kurasa, cerita ini mengkisahkan tentang jati diri seorang Noel. Nah, posting telat ini pun dimaksudkan untuk cuap-cuap soal Noel.

Review Ther Melia: Genesis - Congrats!

Gambar
Genesis by Shienny M.S. My rating: 4 of 5 stars Selesai juga... Review errr... Besok sajalah :D _________________ Secara singkat, inilah kesan saya pada masing-masing serial TM: No. 1 borred... No. 2 GUuuUº°˚˚°º.˚°º.˚°º..BraAaaQqq.. No. 3 errr.... Ewwwhhh.... No. 4.... Whaatt??!! O____o;;;; Ga ngerti? Yeah. Silahkan search sendiri selengkapnya di repiu-repiu sebelumnya dengan hashtag "ther melian" XD Intinya saya suka dengan TM nomor genap. Mungkin karena genap berarti tuntas? Juga memang karena di nomor genap, "kebetulan" Shienny memasukkan adegan dan informasi yang berkesan. Seperti halnya di Chronicle ada Aelwen henshin jadi Leighton (reaksi saya: melotot, lalu nyembur ketawa) , di Genesis ini ada triple... No, kurasa ini quartal twist mengenai asal usul benua Ther Melian, khususnya bagian asal-usul para Elvar. (reaksi saya: melotot, ngantuk hilang. Serba salah. Mau baca lanjut, takut besok telat bangun. Akhirnya menguatkan diri menaruh TM jauh2 dari...

Review Ther Melia: Discord - Love is in the air

Gambar
Discord by Shienny M.S. My rating: 3 of 5 stars WARNING! ADA SEDIKIT SPOILER DI RESENSI INI! RESIKO TANGGUNG SENDIRI! Kalau diistilahkan dengan musik (Aku bukan orang musik tapi sedikit2 tahu istilahnya. Ampun kalo salah. Let me be a sotoy person for a moment >.<) cerita ini dimulai dengan allegreto (tempo cepat), lalu ditengah2 mendadak jadi adagio (lelet pisan!), dan di 100 halaman terakhir mendadak jadi acelendro (dinaikin lagi.) Awalnya cukup asik dinikmati. Vrey dengan galau-galaunya, lalu oleh sang penulis dengan kejamnya dibikin tambah galau lagi. Walaupun ga terlalu kaget juga, dimulai dengan kematian seseorang (karena buku sebelumnya diakhiri begitu), tetapi aku ga sangka secepat itu. Selanjutnya, tempo mendadak jadi lelet. Karena.... perlukah aku sampaikan kenapa? >.< Yeap. Lovey dovey is in the air. <3 No komen ah soal ini. =)) Lanjut. Tokoh-tokohnya sendiri makin banyak. Sampai aku sempat merasa beberapa tokoh terasa mirip satu sama lain. COnto...